Your Partner In Human Capital Technology

+62(21) 7918 4219

  • title

Karyawan Lama Yang Sulit Diatur

Seringkali pemilik UKM mengeluhkan kesulitan menghadapi karyawan lama yang banyak tingkah, sulit diatur bahkan secar informal ikut mengatur peraturan tidak tertulis di tempat usaha.

Di lain sisi, memiliki karyawan yang bertahan lama bekerja dengan kita tentu merupakan kebanggaan tersendiri. Banyak cara dan jalan yang dilakukan pemilik UKM agar karyawan terbaiknya betah bekerja dan tidak mudah englang. hal ini dilakukan agar tidak perlu buang-buang waktu mencari pengganti dan mengajarkan semua aspek pekerjaan dari awal lagi.

"Karyawan lama" terkadang membawa budaya kerja lama yang belum tentu sesuai lagi dengan budaya baru yang ingin dibangun oleh perusahaan. Atau bisa jadi terjadi geger budaya diantara karyawan lama dengan karyawan baru karena perbedaan budaya dan fatalnya perusahaan tidak punya standar baku budaya seperti apa yang ingin dibangun untuk mendukung produktifitas karyawan?

Lah, apa hubungannya budaya dengan sikap karyawan lama yang sulit diatur?

Budaya kerja terbentuk dari akumulasi sikap keja karyawannya. Budaya kerja bisa terbentuk secara tidak terarah jika perusahaan tidak mempunyai standar dan program untuk membangun budaya. Setiap karyawan merasa cara dia kerjalah yang terbaik. Ketika karyawan kompak bekerja secara tidak disiplin, maka perusahaan akan pusing bagaimana merubah cara kerja ini. Ketika karyawan lama yang terbiasa kerja tidak disiplin harus bersanding dengan karyawan baru yang sangat disiplin maka terjadilah konflik. Pada akhirnya karyawan lama akan merasa tidak nyaman dan mulai berulah.

Selain itu, cara kerja yang tidak dibakukan/distandarisasi akan mengakibatkan karyawan lama merasa cara/langkah kerja dia yang "biasa" dia lakukan itu yang benar. Walau sudah di arahkan berkali2, dia akan tetap mempertahankan cara kerja dia yang sudah biasa dijalankan dan sudah terlanjur nyaman. Karywan lama akan malas rasanya untuk berubah, ketika karyawan baru mau melakukan dengan cara yang benar (seuai SOP).  maka karyawan lama akan berusaha mengajak/menhasut karyan baru untuk bekerja dengan  cara dia/cara lama.

Nah, kalau situasinya sudah ruwet seperti ini apa yang harus kita lakukan? Kita harus mulai menentukan sikap kerja apa yang paling penting yang akan membangun budaya kerja kondusif. Selanjutnya perusahaan harus Melakukan sosialisasi budaya secara terus menerus yang mungkin akan berdampak terhadap karyawan lama yang sulit diatur tadi. Bisa2 dengan budaya kerja yang baru justru akan banyak karyawan lama yang akan hengkang karena malas beradaptasi dengan cara kerja yang baru. Jika hal imi terjadi maka kita tidak perlu kecil hati karena ini adalah seleksi alam. Karyawan lama walau sudah terbukti loyal dan memiliki kinerja baik namun memiliki sikap kerja dan nilai2 yang tidak bisa ditoleransi adalah bukan jenis karyawan yang patut dipertahankan.

Ketika budaya kerja sudah terbentuk berdasarkan arahan pemilik usaha, maka akan sangat mudah kita untuk melakukan seleksi karyawan baru dengan kriteria sikap kerja yang sudah ada. Sehingga konflik antara karyawan baru dengan karyawan lama dapat diminimalisir. Karyawan lama pun akan lebih mudah diatur karena sikap kerja sudah seirama. Analoginya, Bukankah kuda lebih senang bekerja dan dalam satu kandang dengan kuda juga. Jangan pernah menyatukan harimau dengan kelinci di dalam kandang gajah.... 

Nah, kalau masih bingung bagaimana membangun budaya kerja, Ikuti coaching class kami yuk. Info di www.sdm4ukm.com

Developed by JavaSign