Your Partner In Human Capital Technology

+62(21) 7918 4219

  • title

Gimana Ya Supaya Karyawan Nurut?"

Banyak pemilik usaha yang mengeluh dikarenakan sulitnya mengatur karyawan terutama masalah kedisiplinan dan kepatuhan dalam mengikuti instruksi atasan.

Pertanyaan ini agak sulit dijawab karena pertanyaan ini kurang tepat. Masalah sebenarnya bukan bagaimana membuat karyawan nurut, patuh, rajin, dll. Namun bagaimana sistem yang dibangun bisa mengelola apapun cara kerja karyawan maka hasil kerja yang kita targetkan untuknya itu akan tercapai. Hal terpenting adalah kita harus bisa membangun standarisasi kerja atau yang biasa diketahui banyak UKM sebagai SOP. Selanjutnya perlu dibuat dokumentasi pembagian tugas yang jelas dan terkait dengan SOP tersebut. Namun yang terpenting adalah adanya target kerja yang jelas sesuai dengan pembagian tugas tadi. Target kerja setiap karyawan diturunkan dari target besar usaha kita. Pastikan setiap karyawan sepakat dengan target ini di awal tahun sekaligus paham aturan main dan konsekuensinya. Bukan hanya konsekuensi buruk, namun juga reward yang menantinya jika berhasil meraih target. Perlihatkan kepada karyawan bahwa pencapaian target jangka pendek adalah langkah kecil menuju aspirasi karir mereka yang paling tinggi. Siapkan mereka dengan kompetensi yang mumpuni agar mampu meraih target tersebut melalui coaching atau pelatihan. Target yang sulit dicapai akan membuat frustasi.

Target usaha baik jangka panjang maupun jangka pendek tentu harus disusun secara S.M.A.R.T (Specific, Measurable, Achievable, Reasonable dan Time Based). Kalau tidak, maka karyawan juga sulit untuk memahami apalagi meraihnya. Target yang jelas dan menantang tentu akan membuat karyawan bergairah dan merasa seperti bermain games. Apalagi jika ada reward2 kecil dan umpan balik yang positif setiap saat ketika ada kemajuan. Nah, kalau sudah terasa seru banget mengejar target, maka sudah ga perlu dikhawatirkan lagi apakah mereka mau masuk jam berapa dan pulang jam berapa. Disiplin jam kerja bukan menjadi patokan lagi dalam meraih sukses. Apalagi jika kita harus menangani karyawan dari generasi Y.... Duh, bisa botak kalau tiap hari hanya marahin keterlambatan mereka. Yang penting hasil atau proses sih? Tidak peduli mereka mau bekerja dengan kaki diatas dan tangan di bawah, yang penting hasil kerja prima. Hasil prima sesuai yang kita inginkan. Setuju?

Kalau bener-bener dibutuhkan karyawan yang disiplin karena perlu untuk siap siaga pada jam-jam tertentu misalnya untuk penjaga toko. Maka hal ini harus dijaga dari awal yaitu sejak proses seleksi, kudu dipilih yang betul-betul disiplin. Bukannya ketika karyawan sudah bergabung, kita baru sibuk merubah dia menjadi disiplin. Mengajari disiplin tidak mudah dan perlu waktu lama untuk dirubah, bukankah lebih mudah mengajari cara penggunaan komputer? Ya, melatih ketrampilan jauh lebih murah daripada merubah sikap kerja. Baiklah, supaya pertanyaan diatas bisa terjawab segera, maka benahi sistem seleksi dan sistem pengelolaan target kerja di usaha kita yuk.... Untuk belajar lebih dalam, Ikuti coaching class kami. Info di www.sdm4ukm.com

Developed by JavaSign